Mau Hidup Hemat dan Konsisten Menabung? Coba Cari Tahu Membedakan Kebutuhan dan Keinginan
“Checkout sekarang atau tunggu nanti?” Pertanyaan sederhana ini sering muncul saat kita melihat barang yang menarik. Apalagi Ketika ada diskon, gratis ongkir, cashback, atau notifikasi ‘tinggal sedikit lagi!’. Rasanya sayang untuk dilewatkan.
Padahal, tidak semua barang yang ingin dibeli memang kita butuhkan. Bisa jadi kita sedang mengalami impulsive buying, yaitu membeli sesuatu secara spontan tanpa mempertimbangkan kebutuhan atau dampaknya terhadap kondisi keuangan. Lalu, bagaimana cara membedakan kebutuhan, keinginan, dan pembelian impulsif?
Kebutuhan: Harus Dibeli karena Memang Diperlukan
Kebutuhan adalah sesuatu yang memiliki fungsi penting dalam kehidupan sehari-hari. Jika tidak dibeli, aktivitas atau kebutuhan utama kita bisa terganggu.
Contohnya, membeli makanan, pembayaran transportasi untuk bekerja, mengganti laptop yang rusak ketika memang dibutuhkan untuk pekerjaan, atau membeli obat sesuai kebutuhan.
Salah satu cara mengenalinya adalah dengan bertanya: “Apa yang terjadi kalau saya tidak membeli barang ini sekarang?”
Kalau jawabannya berkaitan dengan kebutuhan penting dan tidak ada alternatif yang masuk akal, kemungkinan besar itu memang kebutuhan.
Keinginan: Tidak Harus, Tapi Bisa Membuat Senang
Berbeda dengan kebutuhan, keinginan adalah sesuatu yang sebenarnya tidak wajib dimiliki, tetapi bisa memberikan kenyamanan atau kesenangan.
Misalnya, ingin membeli sepatu baru padahal masih punya beberapa pasang yang layak digunakan, mengganti smartphone meski perangkat masih berfungsi, atau makan di restoran favorit karena sedang ingin menikmati sesuatu.
Keinginan bukan sesuatu yang buruk. Kamu tetap boleh membeli sesuatu yang kamu inginkan selama sudah memperhitungkan anggaran.
Masalahnya muncul ketika keinginan dianggap sebagai kebutuhan. Impulsive buying, Ketika ‘harus punya sekarang!’. Pembelian impulsif biasanya terjadi secara spontan dan didorong oleh emosi sesaat.
Contohnya, awalnya hanya membuka aplikasi belanja, lalu melihat promo dna tiba-tiba membeli barang yang sebelumnya tidak pernah masuk daftar belanja. Ciri lainnya adalah muncul rasa menyesal setelah transaksi selesai.
Kalau kamu sering berpikir, “Sebenarnya aku gak butuh, tapi tadi kelihatan murah,’ mungkin Keputusan tersebut lebih dipengaruhi impuls daripada kebutuhan.
Gunakan Aturan “Tunda Dulu”
Salah satu cara sederhana untuk menghindari pembelian impulsif adalah memberikan jeda sebelum checkout.
Untuk barang kecil, coba tunggu beberapa jam. Untuk barang yang harganya cukup besar, beri waktu setidaknya 24-48 jam. Setelah jeda tersebut, tanyakan kembali:
- Apakah saya masih menginginkannya?
- Apakah barang ini benar-benar akan digunakan?
- Apakah saya sudah memiliki barang dengan fungsi serupa?
Jika setelah beberapa hari kamu masih merasa barang tersebut memang diperlukan dan anggarannya tersedia, Keputusan membeli bisa dipertimbangkan kembali.
Jangan Terkecoh oleh kata “Hemat”
Diskon memang bisa menghemat uang, kalua barang tersebut memang sudah direncanakan untuk dibeli. Membeli barang Rp. 200 ribu yang sedang diskon menjadi Rp150 bukan berarti kamu menghemat Rp50 ribu jika sebelumnya memang tidak berencana membelinya. Kamu tetap mengeluarkan Rp150 ribu.
Jadi, jangan biarkan promo menentukan apa yang harus kamu beli. Sebaiknya, tentukan dulu apa yang kamu butuhkan, lalu memanfaatkan promo jika memang relevan.
Beli dengan Sadar, Bukan Sekadar Ikut Perasaan
Membedakan kebutuhan dan keinginan bukan berarti kamu harus berhenti menikmati hasil kerja. Justru, dengan mengenali keduanya, kamu bisa mengalokasikan uang dengan lebih sadar.
Sebelum menekan tombol ‘Beli Sekarang’, coba berhenti sejenak dan tanyakan: “Saya membeli karena memang membutuhkan, sudah merencanakannya, atau hanya sedang tergoda?” Kalau jawabannya yang terakhir, mungkin tidak ada salahnya memilih opsi ‘Nanti’.
Karena terkadang, Keputusan finansial terbaik bukan tentang mendapatkan barang kita inginkan secepat mungkin, tetapi tentang memastikan setiap uang yang keluar memang sepadan dengan manfaat yang kita dapatkan. Cari tahu informasi menarik lainnya di sini.
Baca juga: Cara Belanja Online Hemat: 8 Trik Mendapat Harga Terbaik

